Rumah Ramah Lingkungan, Merancang Rumah Ramah Lingkungan, Rumahuni Permata Pilar
RUMAHUNI PERMATA PILAR | Architecture & Interior Design.
Search:
Karawaci Office Park Blok Excelis No.17, Lippo Karawaci
Rumahuni Permata Pilar / Desain rumah Tinggal  / Merancang Rumah Ramah Lingkungan
Rumah Ramah Lingkungan, Merancang Rumah Ramah Lingkungan, Rumahuni Permata Pilar

Merancang Rumah Ramah Lingkungan

Merancang Rumah Ramah Lingkungan - Rumah dengan konsep rumah ramah lingkungan atau disebut juga eco friendly semakin banyak diminati konsumen dan pengembang. Hal ini disebabkan faktor kondisi lingkungan dampak dari global warming, juga efek rumah kaca, hingga polusi dan panas yang tak terbendung. Dampak lingkungan yang diakibatkan pembangunan sangatlah besar. Sebuah bangunan akan memerlukan banyak energ, mulai dari listrik, air, juga menghasilkan limbah dalam jumlah yang tidak sedikit. Oleh karena itu, setiap pembangunan dapat mengakibatkan perubahan besar terhadap lingkungan sekitarnya.

Sebagai jawaban dari kondidi tersebut, dibutuhkan sebuah konsep pembangunan yang memperhatikan keadaan lingkungan. Inilah yang kita kenal sebagai konsep green building atau bangunan hijau yang ramah lingkungan. Penerapan konsep ini dapat dilakukan dalam berbagai unsur. Mulai dari bahan bangunan, desain, sampai perawatan bangunan dengan memanfaatkan teknologi canggih. Masyarakat di kota-kota besar, termasuk Jakarta, semakin membutuhkan konsep green building. Ini sebagai akibat banyak terjadinya kerusakan alam dan efek pemanasan global yang membuat bumi semakin tidak nyaman untuk ditinggali. Di sejumlah negara Asia Tenggara, konsep ini sudah diterapkan beberapa tahun belakangan.

Rumah Ramah Lingkungan, Merancang Rumah Ramah Lingkungan, Rumahuni Permata Pilar

Gambar 1. Ruangan yang mendapatkan pencahayaan dan penghawaan alami

Menurut arsitek Endy Subijono, untuk menuju bangunan ramah lingkungan, kita perlu mengukur dampaknya terhadap lingkungan luar bangunan dan membantu perbaikan lingkungan dalam bangunan. Beberapa aspek yang diperhitungkan, antara lain rancangan arsitektur bangunan, metodologi pembangunannya, material yang dipakai, efisiensi penggunaan energi dan air, serta life cycle ecological living. Bagi orang awam, tentu tidak mudah menghitung sejumlah aspek itu. Menurut Endy, ada pendekatan umum yang bisa dipakai untuk merancang bangunan yang ramah lingkungan.

Kenali lokasi rumah anda. Langkah ini menyoal kualitas lingkungan hidup di sekitar dan kemungkinan tingkat kualitas hidup yang dapat dicapai di lingkungan seperti itu. Kesadaran Anda memperhatikan kondisi lokasi sangat penting dalam upaya memperoleh bangunan yang ramah lingkungan, baik dengan merenovasi bangunan, membeli rumah baru, maupun membangun rumah dari awal.

Rumah Ramah Lingkungan, Merancang Rumah Ramah Lingkungan, Rumahuni Permata Pilar

Gambar 2. Rumah tinggal dengan banyak bukaan

Ruang multifungsi bisa mengurangi luas tapak rumah dan perkerasan tanah. Kedua, mempertimbangkan ukuran bangunan. Berlawanan dengan pandangan umum, semakin besar ruang kian semakin baik bagi penggunanya. Dalam pendekatan bangunan ramah lingkungan tidak selalu demikian. Lebih besar tidak berarti lebih baik. Bahkan, sebaliknya makin kecil bangunan, makin baik kontrol aspek lingkungan terhadap bangunan. Ketiga, harus ada kesadaran bahwa kita memang ingin membangun rumah ramah lingkungan. Kesadaran ini akan membantu kita fokus pada upaya perancangan yang realistis, yaitu penghematan energi dan perlindungan terhadap berbagai sumber alam yang akan dipakai.

Alokasikan 30% dari luas lahan yang ada untuk ditanami berbagai tanaman penghijauan atau tanaman hias. Sifat tumbuhan yang menghisap karbondioksida dan menghasilkan oksigen tentunya sangatlah bermanfaat untuk memperbaiki kualitas udara di sekitar rumah Anda. Selain Itu juga, ruang hijau ini dapat berfungsi untuk area resapan air, sebab area yang banyak ditumbuhi oleh tanaman pastinya akan lebih banyak menyerap air. Desain rumah yang ramah lingkungan memiliki banyak bukaan. baik berupa pintu maupun jendela untuk sirkulasi udara, supaya selalu mendapatkan pasokan udara bersih. Anda juga bisa membuat taman di atap rumah atau dikenal dengan istilah roof garden. Taman ini juga bisa mengurangi panas di dalam rumah anda karena tanaman yang ada di atap bisa mereduksi panas matahari.

Rumah Ramah Lingkungan, Merancang Rumah Ramah Lingkungan, Rumahuni Permata Pilar

Gambar 4. Rumah dengan roof garden pada atapnya

Maksimalkan pencahayaan matahari. Indonesia yang terkenal dengan iklim tropisnya bisa mendapatkan cahaya matahari sepanjang tahun. Oleh karena itu sebisa mungkin setiap sisi rumah mendapatkan sinar matahari langsung yang cukup. Sementara untuk mengurangi ultra violet dari sengatan matahari bisa diakali dengan membuatkan kanopi atau memberikan jalusi pada tiap jendela. Banyaknya cahaya matahari yang masuk ke rumah kita bisa menghemat penggunaan listrik terutama untuk pencahayaan untuk siang hari.

Maksimalkan penggunaan air. Kita sebaiknya tidak boros dalam mengkomsumsi air. Terdapat tiga hal yang dapat dilakukan, yaitu hemat dalam menggunakan air, membuat sumur resapan, dan mendaur ulang air. Contoh mendaur ulang di sini, air bekas mencuci sayuran atau bekas mandi bisa didaur ulang jadi air untuk membersihkan wc, mencuci kain pel, mencuci kendaraan atau bahkan menyiram tanaman. Air bekas mencuci pakaian atau cuci piring bisa ditampung serta disaring, dan diresapkan ke dalam sumur resapan air yang telah dilengkapi filter alami seperti kerikil, pasir, arang dan ijuk.

 Air hujanpun haruslah ditampung, diserap, serta dialirkan ke dalam sumur resapan. Hampir tidak ada buangan air secara percuma dari konsep rumah ramah lingkungan seperti ini. Semua dimanfaatkan sesuai konsep daur ulang. Juga jangan gunakan cara lama kamar mandi dengan bak sebagai penampung air, pakailah shower, karena mandi menggunakan gayung amatlah boros air.

(Visited 1,382 times, 1 visits today)
error: Content is protected !!